0
Posted Selasa, 7 Agustus 2012 12:30 by Hardianto Bayu Sadewo in Berita
 
 

Tri: Pelanggan Butuh Kecepatan, Bukan Jumlah BTS

Jakarta  - Fokus ke layanan data, operator Tri lebih memilih memperkuat backbone dari pada harus menambah jumlah base transceiver station (BTS).

“Kami memang akan lebih fokus ke layanan data karena saat ini 70 persen atau sekitar 14,7 juta dari total 21 juta pelanggan Tri adalah pengguna layanan data,” ujar Chief Communication Officer Tri, Bhuwan Kulshreshtha di sela acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Senin (6/8).

Ia mengakui, coverage layanan Tri baru sekitar 80 persen wilayah Indonesia. Namun ia mengklaim, pengguna di wilayah coverage Tri akan mendapatkan kecepatan akses Internet yang bisa diandalkan dengan kuota aktif selama setahun.

“Kami memang tidak bisa memberikan jaminan pelanggan kami bisa mendapatkan koneksi Internet Tri di semua wilayah. Tapi untuk di 80 persen coverage Tri, kami jamin koneksi Internetnya bagus,” klaimnya.

Menurutnya, Tri tetap akan memperluas jangkauan layanannya, tapi tidak lantas dengan cara menambah jumlah BTS. Karena menurut pria India ini, pelanggan tidak terlalu perduli dengan jumlah BTS, karena bagi pelanggan yang penting bisa berinternet dengan cepat.

“Layanan Internet yang penting adalah kecepatan, sementara BTS itu lebih kepada jangkauan. Dan kecepatan tidak selalu diukur dari banyaknya jumlah BTS, tetapi tergantung kapasitas dan transmisi yang disediakan operator,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Bhuwan, dari pada memperbanyak jumlah BTS, Tri saat ini lebih memilih meningkatkan kualitas layananan melalui dukungan kekuatan backbone jaringan, berupa serat optik dan last mile.

“Ini bukan berarti kami bilang menambah BTS tidak penting, tapi kami memang saat ini lebih memilih memperkuat layanan lewat serat optik dan last mile,” terang Bhuwan.

Diungkapkannya, karakteristik pengguna Internet itu berbeda dengan layanan telepon. Bagi pengguna layanan telepon yang penting sinyalnya bagus dan tidak sering drop call. Sementara di Internet, lebih menginginkan tidak ada buffering saat mengakses video.

“Oleh sebab itu, biarpun sudah ada BTS di mana-mana tidak menjamin bisa memberi kecepatan Internet, karena hanya menjamin coverage. Bagi kami, backbone jauh lebih penting,” tukasnya.

Saat ditanya soal kesiapan jaringan Tri menghadapi lonjakan trafik saat Lebaran, ia mengatakan telah diantisipasi dengan cara meningkatkan kapasitas jaringan hingga tiga kali lipat dari trafik normal.

“Untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan kami selama Ramadhan dan Lebaran, kami telah meningkatkan kapasitas untuk semua layanan,” pungkasnya. [hbs]

 

 

 

 


Hardianto Bayu Sadewo