0
Posted Kamis, 16 Agustus 2012 11:08 by Hardianto Bayu Sadewo in Headlines
 
 

Kominfo: Call Center Bukan Answering Machine

Jakarta – Kementerian Kominfo bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan akan memberikan surat peringatan kepada penyelenggara telekomunikasi yang diduga melakukan pelanggaran karena buruknya kualitas layanan telekomunikasi selama Lebaran.

“Biarpun hasil uji jaringan hasilnya cukup baik dan lonjakan trafik saat Lebaran hal rutin setiap tahun, namun hasil tersebut tidak bisa dijadikan pedoman bagi operator untuk cukup menyediakan layanan as usual,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Kamis (16/8).

Gatot menegaskan, akan memberi surat peringatan kepada para operator seandainya terjadi pelanggaran yang signifikan, misalnya jumlah keluhan sangat banyak dan massif, gangguan komunikasi yang meresahkan di banyak tempat secara akumulatif, dan terjadinya stagnasi layanan telekomunikasi secara total.

“BRTI dan Kominfo berhak menyampaikan surat peringatan pertama berdasarkan ketentuan yang ada secara terbuka kepada operator yang diduga melakukan pelanggaran atas buruknya kualitas layanan telekomunikasi,” tegasnya.

Kepada seluruh penyelenggara telekomunikasi juga diingatkan untuk mensiagakan Call Center atau Contact Center secara aktif bukan answering machine yang pasif. “Layanan Call Center harus secara aktif, persuasif, komunikatif dan informatif dalam memberikan informasi saat menerima keluhan, pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat,” tukas Gatot.

Menurutnya, hal ini selain untuk mengantisipasi kemungkinan fluktuatifnya kualitas layanan telekomunikasi, juga terhadap kemungkinan maraknya penipuan menggunakan layanan SMS.

Namun ia juga menghimbau kepada pengguna untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan telekomunikasi. Karena, walaupun pengguna berhak menggunakan layanan telekomunikasi seluas-luasnya saat Lebaran, namun dihimbau untuk efisien dalam mengantisipasi dari sisi waktu dan kuantitas data yang dikirimkan.

“Mengingat saat peak season akan berlangsung pada waktu sehari jelang Lebaran hingga H+1 yang diperkirakan saat itu trafik telekomunikasi cukup tinggi, maka waktunya perlu disiasati secara efisien,” pintanya.

Para pengguna juga disarankan saat mem-broadcast pesan tidak seketika langsung dikirim semuanya, karena potensi akan terjadi hang (perangkat tiba-tiba tidak berfungsi) cukup tinggi, dan akibatnya justru harus dikirim ulang. “Lebih disarankan untuk dikirim secara bertahap,” tutur Gatot.[hbs]

 


Hardianto Bayu Sadewo