Home Berita Teknologi

Remaja Indonesia Ciptakan Alat Pendeteksi Pupuk

by -
24

Jakarta – Muhammad Luthfi Nurfakhri kembali mengukir prestasi gemilang, setelah berhasil memenangkan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2012, untuk kategori Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPT) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Luthfi merupakan pelajar yang juga sebelumnya telah mengharumkan nama Indonesia, saat ia  berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Intel Internasional Science and Engineering Fair (ISEF) 2012 beberapa waktu lalu.

ISEF merupakan acara yang diadakan Intel sebagai kompetisi ilmu pengetahuan tingkat internasional, yang diikuti oleh ilmuwan muda dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dalam ajang LKIR, Lutfhi mengenalkan alat yang disebut dengan ‘Digital Leaf Color Chart’. Yakni sebuah alat untuk mendeteksi kebutuhan pupuk pada tanaman padi, sehingga petani bisa menentukan dosisnya secara tepat untuk hasil padi yang optimal.

“Ide awal dibuatnya alat ini, karena saya melihat lingkungan sekitar yang memiliki pertumbuhan padi yang kurang optimal, sehingga saya melakukan penelitian yang di support langsung oleh LIPI,” ujar Lutfhi saat acara penyambutan delegasi ISEF 2012, di Jakarta, Rabu (27/06).

Menurut siswa SMAN 1 Bogor ini, sistim kerja alat Digital Leaf Color Chart menggunakan fototransistor, yakni piranti elektronik yang sangat peka terhadap cahaya. “Petani cukup menempelkan satu daun pada sensor, maka informasi tentang kebutuhan pupuk nitrogen akan tampil pada display alat tersebut,” terang Luthfi.

Ia juga menyebutkan, alat yang dia buat ini harganya jauh lebih murah dibanding alat Klorofil Meter buatan Amerika, sehingga akan terjangkau isi kantong para petani. Alat Klorofil Meter buatan Amerika saat ini dijual seharga Rp 13 jutaan, sedangkan Digital Leaf Color Chart buatan Luthfi dijual seharga Rp 950 ribu.

Atas prestasinya ini, Lutfhi berhasil membawa pulang hadiah senilai USD 1000 dari Intel, ditambah dengan penghargaan US Army dari angkatan darat Amerika. Sedangkan pemerintah Indonesia memberikan hadiah senilai Rp 15 juta dan beasiswa pendidikan ke perguruan tinggi hingga jenjang S3.[wnh/hbs]